Menuju Tua
Ragaku mulai lemah
Usiaku sudah tak belia
Keriput menjejali wajah usang ini.
Uban di kepala
Bak penanda "senja" telah datang.
Apa yang bisa aku lakukan, dengan tubuh renta yang terletak diatas roda berjalan ?
Apa cuma menyeruput teh hangat ? Sembari menikmati langit semesta
Apa cuma sekedar membuka album usang ? Untuk menilik memori tempo dulu.
Tubuhku sudah termakan waktu
Tulangku mulai lapuk, perlahan keropos
Cuma kulit kerut membungkus tulang rapuh itu.
Pandanganku mulai buram
Pikiranku lambat laun lumpuh
Sering lupa dimana menaruh kacamata
Mereka menyebutku pikun
Pendengaranku sudah tak seperti dulu
Selalu membuat cucuku kesal
Karena harus mengulangi perkataannya
Terkadang ia harus memebentak
Agar aku dapat mengerti.
Tapi, Hyang Widhi dan semesta itu sungguh baik.
Masih mempercayakan napas kehidupan pada raga ini
Separuh usia pun telah kulalui.
Namun, sebentar lagi sinarku akan redup
Senja akan tenggelam
Saat itu pasti berbeda
Kau akan mengiringi kepergiannya dengan tangisan
Sebab, esok hari bukanlah senja yang sama
Senja itu takan kembali.
Komentar
Posting Komentar