Kau menyebut dirimu itu wakilku
Tetapi,malah aku yang bekerja dibawah terik mentari
Sementara dengan pulasnya kau tertidur di ruangan berAC dalam gedung
Kau selalu mengobral janji padaku
Katanya akan menyejahterahkan hidupku
Sementara sekedar melirik aku yang kumal,berdiri di lampu merah sambil mengemis rupiah pun tak kau lakukan
Kau terus melaju kencang bersama jaguarmu
Kau itu wakilku
Tetapi rumahmu bak istana
Sementara gubukku ini tetap bilik bambu yang beratap alang alang
Kau berkoar koar memintaku untuk memilihmu
Setelah kupilih,kau lupa bahwa kau cuma wakilku
Masih pantaskah kau kupertahankan ?
Sementara kerjamu cuma tidur
Pantaskah kau ku banggakan?
Bahkan uangku pun kau curi
Sementara aku kau biarkan kelaparan
Masih layakkah kau menjadi wakilku?
Yang kan bersamaku 5 tahun mendatang
Tetapi,malah aku yang bekerja dibawah terik mentari
Sementara dengan pulasnya kau tertidur di ruangan berAC dalam gedung
Kau selalu mengobral janji padaku
Katanya akan menyejahterahkan hidupku
Sementara sekedar melirik aku yang kumal,berdiri di lampu merah sambil mengemis rupiah pun tak kau lakukan
Kau terus melaju kencang bersama jaguarmu
Kau itu wakilku
Tetapi rumahmu bak istana
Sementara gubukku ini tetap bilik bambu yang beratap alang alang
Kau berkoar koar memintaku untuk memilihmu
Setelah kupilih,kau lupa bahwa kau cuma wakilku
Masih pantaskah kau kupertahankan ?
Sementara kerjamu cuma tidur
Pantaskah kau ku banggakan?
Bahkan uangku pun kau curi
Sementara aku kau biarkan kelaparan
Masih layakkah kau menjadi wakilku?
Yang kan bersamaku 5 tahun mendatang
Komentar
Posting Komentar