Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018
Kau menyebut dirimu itu wakilku Tetapi,malah aku yang bekerja dibawah terik mentari Sementara dengan pulasnya kau tertidur di ruangan berAC dalam gedung Kau selalu mengobral janji padaku Katanya akan menyejahterahkan hidupku Sementara sekedar melirik aku yang kumal,berdiri di lampu merah sambil mengemis rupiah pun tak kau lakukan Kau terus melaju kencang bersama jaguarmu Kau itu wakilku Tetapi rumahmu bak istana  Sementara gubukku ini tetap bilik bambu yang beratap alang alang Kau berkoar koar memintaku untuk memilihmu Setelah kupilih,kau lupa bahwa kau cuma wakilku Masih pantaskah kau kupertahankan ? Sementara kerjamu cuma tidur Pantaskah kau ku banggakan? Bahkan uangku pun kau curi Sementara aku kau biarkan kelaparan Masih layakkah kau menjadi wakilku? Yang kan bersamaku 5 tahun mendatang
Kau menyebut dirimu suci Sementara  fasik terbesar telah kau lakukan Kau berkata bahwa kau taat Bahkan agamamu tak pernah mengajarimu untuk membunuh Kau bilang bahwa kau membela Tuhanmu Ah, Tuhanmu itu Maha Besar  ,ia bisa membela diriNya tanpa perlu bantuanmu Manipulasimu sungguh menarik Paham radikalmu sungguh bodoh Fanatikmu sungguh tragis Mengatasnamakan doktrin keagaamaan seolah olah kaulah yang "Maha" di negeri ini Sebenarnya kau itu siapa? Maumu apa? Masih pantaskah janji surga kau terima? Sementara banyak sukma tak berdosa kau renggut Pantaskah sebongkah pahala kau dapati? Sementara banyak raga-raga yang hancur oleh granat kejimu Layakkah kau sebut dirimu suci? Yang cinta akan Tuhanmu? Sementara perintahNya sendiri kau langgar 13 Mei 2018 Bandung