Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Who is ?

Belakangan ini aku sibuk sekali Berusaha menyibukan diri dengan segala hal yang ada Mungkin kau perlu tahu ini adalah salah satu cara agar tidak merindu Bukan menolak tapi aku tidak ingin larut dengan perasaan yang sama Aku tidak ingin kau cemas dengan setiap pesan yang masuk hanya tentang rinduku Aku tak ingin kau gelisah memikirkan aku disini Sebenarnya aku sedang tidak baik Aku kacau, rinduku selalu muncul lalu ia menjalar liar Ia selalu datang tanpa aku minta Lagi dan lagi  Buah Batu Penghujung April 2018

Rumah adalah Rumah

Maumereku Mungkin pagimu tak macet Seperti deretan mobil yang berjejer memenuhi jalan di Jakarta Mungkin siangmu terik panas dan menyengat Tak sesejuk siang di Kota Bandung Mungkin senjamu biasa saja Tak seperti sunset di pantai kuta Mungkin malammu sunyi dan sepi Tak ada bunyi bunyian seperti kota yang tak pernah mati Maumereku Mungkin kau kekurangan mercusuar pencakar langit Mungkin kau kekurangan asupan pendidikan Mungkin jalanmu tak semulus tol Cipularang Mungkin jiwa dan ragamu kurang terjamah tangan pemerintah Maumereku Kau jangan berkecil hati, bersedih bahkan menangis Penciptamu sungguh agung Semesta sungguh baik Kau sungguh beruntung masih mempunyai Nyiur lambai di tepi pantaimu Gulungan ombak di samudera birumu Hijau bukit menjaga dirimu Maumereku Mata airmu menghidupkanku Pisang, ubi dan jagung mengenyangkan perut mungilku Maumere Rumahku Aku ingin kembali ~ Masih di Bandung

Rindu itu Wajar

Aku rindu ... Kala malam datangi kesendirian Kala sunyi membunuh raga Kala sepi menikam jiwa Aku rindu ... Rindu mereka semua yang jauh dariku Rindu semua hal yang kulakukan saat bersama bapak,mama,dan adik Rindu meneguk segelas teh panas ditemani jagung goreng Aku rindu ... Dengan semua kesederhanaan yang diberikan Aku rindu dengan canda tawa yang bebas tanpa harus ada kemewahan Aku rindu untuk sekedar duduk bersama diteras rumah Memandangi orang orang yang sekadar lewat di depan rumah Untuk malam ini Aku kembali rindu ... Untuk menonton tv lalu makan malam bersama Walau lauknya cuma ikan goreng dan sambal terasi Untuk berbaring dibawah atap rumahku Walau kasurnya sudah alot Untuk minum kopi flores saat malam merenggut nyenyakku Malam ini rinduku sudah menjalar liar, tak peduli pada waktunya Aku hanya bisa rindu tanpa tahu kapan rinduku akan pulang~ Bandung,2018

Who i am ?

Aku ini siapa ? Aku cuma penikmat lengkungan manis di bibirmu Aku ini siapa ? Aku bukan pencipta bahagia dan mekar tawamu Aku ini siapa ? Aku cuma seseorang yang mengajakmu berjuang sementara dengan mudahnya kau melepaskan Aku ini siapa ? Aku hanya manusia bodoh yang berharap pada hati seseorang yang telah berlabuh Kamu itu siapa ? Kamu adalah pencipta senyumku bukan penikmatnya Kamu itu siapa ? Kamu adalah seseorang yang kuharapkan sementara kau menantikan yang lain Kamu itu siapa ? Kamu hanyalah bias cahaya sesaat sebelum matahari itu pergi Kamu itu siapa ? Ah sudahlah, semakin menceritakan kamu semakin membuat aku lupa siapa aku  Malam-00.22 Bandung
Minoritas  Aku cuma manusia biasa yang terlahir dan hidup  di negeri yang katanya negeri Bhinneka Tunggal Ika Suara suara mahajana itu berkata "Beragam itu indah" Tapi yang mereka terima cuma yang seragam Aku hidup di negeri yang katanya menerima perbedaan  Tetapi untuk sebuah kebersamaan mereka menuntut sebuah persamaan Lantas untuk apa sebuah perbedaan diciptakan ? Sebagai perusak atau sebagai pelengkap ? Apakah itu hanya untuk sebuah visualisasi di mata dunia ? Apakah itu hanya untuk sebuah bukti pengakuan yang ingin kau terima ? Aku berbuat benar tapi kau selalu menyalahkanku  Mengatasnamakan doktrin keagamaan seolah olah kaulah yang "Maha" di negeri ini Aku berbeda Aku hanyalah setitik tinta hitam ditengah kertas putihmu Apakah aku ini noda ? Yang membuat kau takut terkena kotor ? Aku berbeda Keriting rambutku dan putih bukanlah warna kulitku Aku berbeda  Mereka memandangku dengan sebelah mata Menertawakan,meremehkan...
Gambar
Senja di langit Buah Batu-2018 Senjaku pergi tapi tak hilang Kini senjaku telah berlalu. Ia pergi tanpa berpamitan padaku Benang jingganya masih membekas di kanvas biru itu Sinarnya mulai redup,lembayungnya mulai hilang Ia kembali pada peraduannya  Membiarkan aku sendiri menantang malam Aku fikir senja itu kan selalu abadi denganku Ternyata tidak !  Jarum waktu selalu tak merestui keabadian  Senjaku  telah berlalu,berpaling direnggut kejamnya gulita Semestaku kini kelam tanpa pesona cahyanya Jingga itu hilang dari kanvas agung sang pencipta Kamu adalah senja yang dengan sesukanya singgah lalu aku adalah langit yang selalu menanti hadirmu. Berharap sinarmu hadir dan mampu mengganti warna kanvas biru itu Aku tahu senjaku memang pergi  tapi tak hilang,cuma menitipku pada  sang malam Aku yakin senjaku tak mungkin berkhianat kepada semesta yang menjadikannya ada~ Senja di langit Buah Batu,Bandung 2018 ...
Sajak yang hilang dalam aksaramu Kamu adalah puisi yang dibuat oleh penulismu Tiap kata tubuhmu berpadu merangkai  kalimat syahdu memecah kalbu Syair dan bait jiwamu ditulis dengan penuh keindahan,bentuk dari keagungan tuanmu. Tinta magenta yang menggores ragamu sebagai pesona kecantikanmu Tiap aksaramu yang dieja menyentuh batinku,meruntuhkan egoku dan memadamkan api amarah jiwaku Sayang, ada sajak yang hilang dalam aksaramu Ada separuh bait yang pergi tanpa ditahan Ada lirik yang sirna tanpa dicegah Ada maksud yang tak tersampaikan olehnya Entah menjadi rahasia atau disembunyikan Aku tidak mengerti Entah ada atau tiada Aku tidak paham maksud itu Dan aku. Aku cuma penikmat alunan sastra yang tidak mampu mengubah aksara aksaramu. Dan aku cuma penggiat senyum lirik dari baitmu Bukan penulis bukan juga penafsir bahasa kalbu yang diciptakan Buah Batu, 12 April '18