Rumah adalah Rumah

Maumereku
Mungkin pagimu tak macet
Seperti deretan mobil yang berjejer memenuhi jalan di Jakarta
Mungkin siangmu terik panas dan menyengat
Tak sesejuk siang di Kota Bandung
Mungkin senjamu biasa saja
Tak seperti sunset di pantai kuta
Mungkin malammu sunyi dan sepi
Tak ada bunyi bunyian seperti kota yang tak pernah mati
Maumereku
Mungkin kau kekurangan mercusuar pencakar langit
Mungkin kau kekurangan asupan pendidikan
Mungkin jalanmu tak semulus tol Cipularang
Mungkin jiwa dan ragamu kurang terjamah tangan pemerintah
Maumereku
Kau jangan berkecil hati, bersedih bahkan menangis
Penciptamu sungguh agung
Semesta sungguh baik
Kau sungguh beruntung masih mempunyai
Nyiur lambai di tepi pantaimu
Gulungan ombak di samudera birumu
Hijau bukit menjaga dirimu
Maumereku
Mata airmu menghidupkanku
Pisang, ubi dan jagung mengenyangkan perut mungilku
Maumere Rumahku
Aku ingin kembali ~



Masih di Bandung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penciptaan Perempuan