Jogja


Jogja saya pamit ...
Tenang,bukan kau yang akan menangis
Kau takan sendiri. Malioboro mu masih ramai, malammu juga masih mendekap hangat
Sementara saya akan melewati sepi didalam kereta dengan mata sembab
Saya bukan meninggalkan
Cuma membiarkan sang waktu menemanimu. Tapi  bolehkah saya mohon jangan sampai kau berubah seiring waktu ?
Sebab misi saya pun belum selesai
Saya ingin datang lagi menyusun cerita-cerita klasik di setiap sudutmu
Tetaplah menjadi Jogja yang romantis untuk saya. Mungkin karena tersirat kata istimewa dalam namamu
Terima kasih telah memberi pilihan untuk jatuh cinta tanpa melupakan.


31 Mei '19

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penciptaan Perempuan